Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini berinteraksi dengan sebuah avatar kecerdasan buatan (AI) yang mereplikasi salah satu pendahulunya, Theodore Roosevelt. Dialog ini terjadi pada Rabu, 1 Juli, saat Trump mengunjungi Perpustakaan Kepresidenan Theodore Roosevelt yang baru di North Dakota.

Dalam interaksi tersebut, avatar AI Roosevelt menyampaikan pesan mengenai kepemimpinan. "Setiap hari, seorang presiden harus menghadapi badai yang tidak pernah dilihat orang biasa. Tapi kalau Anda tetap tenang dan selalu mengutamakan negara, Anda pasti bisa melewatinya. Saya tahu Anda pasti paham betul rasanya," ujar Roosevelt versi AI.

Trump menanggapi dengan menyatakan rasa hormatnya. "Luar biasa sekali. Sebuah kehormatan bisa berada di sini hari ini, dan kami sedang keliling melihat hal-hal hebat yang pernah Anda lakukan," kata Trump.

Teknologi di Balik Avatar AI

Avatar 'Roosevelt' ini adalah hasil kreasi startup AI LemonSlice. Mereka mengembangkan avatar AI berukuran asli yang dirancang untuk interaksi. Teknologi ini didukung oleh Microsoft Azure dan dilatih menggunakan ratusan ribu surat, buku, serta pidato asli milik Theodore Roosevelt. Avatar tersebut memanfaatkan model video LemonSlice untuk menghasilkan respons yang fotorealistik dan secara real-time terhadap pernyataan pengunjung, bukan sekadar memutar klip yang sudah direkam.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Momen interaksi ini dengan cepat menjadi viral di media sosial dan memicu berbagai perbincangan di kalangan warganet. Beberapa pengguna media sosial menyindir bahwa Trump, yang kini berusia 80 tahun, seolah berhalusinasi berbicara dengan tokoh yang sudah meninggal. Komedian Cody Dahler berkelakar bahwa Trump mungkin mengira avatar AI tersebut adalah nyata. Seorang kreator TikTok juga menanggapi video tersebut dengan komentar singkat, "Tolong ada yang bantu kakek ini." Selain itu, beberapa akun di platform X mulai menyebarkan meme hasil rekayasa AI yang menampilkan kedua tokoh politik tersebut sedang berjoget bersama.

AI Percakapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Teknologi AI percakapan kini semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh paling umum adalah fitur mode suara pada chatbot seperti ChatGPT. Bahkan, sebagian orang memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan replika digital dari mendiang orang terkasih, menggunakan arsip foto, video, dan tulisan peninggalan mereka.

Penggunaan avatar AI yang ditenagai oleh Large Language Model (LLM) untuk menghidupkan kembali tokoh sejarah atau karakter fiksi juga semakin marak. Aplikasi ini dapat ditemukan di museum, taman hiburan, hingga pameran seni interaktif. Sebagai contoh, Disney dan Nvidia telah menciptakan bot karakter Star Wars serta tokoh populer seperti Olaf dari film Frozen. Tahun lalu, Elliott Museum di Martin County, Florida, juga berhasil memperkenalkan tampilan AI holografis dari arkeolog legendaris Inggris, Howard Carter.