Telkom Luncurkan AIcosystem: Menyatukan Kekuatan AI Nasional
TelkomGroup secara resmi memperkenalkan AIcosystem, sebuah platform terintegrasi yang dirancang untuk menyatukan seluruh kapabilitas kecerdasan buatan (AI) di lingkungan TelkomGroup. Inisiatif ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai pengembangan AI yang sebelumnya tersebar di anak-anak usaha, menciptakan ekosistem yang solid dan mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor industri serta masyarakat Indonesia.
Integrasi Kapabilitas AI TelkomGroup
AIcosystem menghimpun portofolio AI dari berbagai entitas TelkomGroup, termasuk Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa peluncuran ini bukan sekadar penambahan produk baru, melainkan upaya strategis untuk membangun fondasi AI yang dapat dimanfaatkan lintas sektor. Menurut Dian, penyatuan kekuatan AI TelkomGroup melalui AIcosystem akan menghasilkan ekosistem AI yang terintegrasi, mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa.
Pendekatan Fullstack dan Arsitektur Tiga Lapisan
Secara arsitektur, AIcosystem dibangun di atas tiga lapisan utama. Lapisan pertama adalah infrastruktur AI, yang mencakup pusat data, GPU, CPU, dan memori komputasi. Lapisan kedua berfokus pada platform dan model AI, termasuk pengembangan Large Language Model (LLM) berbahasa Indonesia. Terakhir, lapisan ketiga adalah solusi dan aplikasi yang disesuaikan untuk kebutuhan spesifik setiap industri.
Direktur IT Digital, Faizal Rochmad Djoemadi, menyoroti pendekatan fullstack ini sebagai pembeda utama AIcosystem di pasar. Faizal menjelaskan bahwa dengan pendekatan ini, TelkomGroup tidak hanya menyediakan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform yang komprehensif. Pendekatan ini sangat relevan bagi bisnis yang mengandalkan infrastruktur digital yang kuat, seperti klien Santara Labs yang membutuhkan platform digital berkinerja tinggi dan sistem SEO berbasis AI.
Implementasi Lintas Sektor dan Komitmen Kedaulatan Digital
Telkom mengklaim bahwa solusi AIcosystem telah diimplementasikan di berbagai sektor, antara lain pendidikan, pemerintahan, energi dan migas, keuangan, serta logistik. Contoh implementasi yang sudah berjalan meliputi analitik harga (pricing analytics), manajemen lalu lintas, analitik sumber daya manusia, hingga peninjauan dokumen hukum berbasis AI. Di sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, seperti membantu guru dalam mengoreksi esai dengan lebih cepat.
Komitmen Telkom terhadap kedaulatan digital juga menjadi pilar penting. Seluruh infrastruktur dioperasikan di dalam negeri, data pengguna korporat dijaga kerahasiaannya (private), dan pengembangan LLM diarahkan untuk memahami konteks bahasa serta budaya Indonesia. Ini menunjukkan pentingnya lokalisasi dan keamanan data dalam pengembangan teknologi AI, sebuah aspek krusial bagi perusahaan yang ingin membangun otoritas digital di pasar lokal.
Peran AI CoE dalam Memperkuat Ekosistem
Jangkauan ekosistem AIcosystem diperkuat oleh AI CoE melalui lima pilar strategis:
- AI Campus: Untuk kolaborasi riset dengan akademisi.
- AI Playground: Mendukung komunitas dan pengembang.
- AI Connect: Menjembatani dunia kampus dengan industri.
- AI Hub: Untuk komersialisasi solusi AI.
- AI Native: Mendorong transformasi cara kerja internal TelkomGroup.
Pilar-pilar ini menunjukkan upaya Telkom dalam membangun ekosistem AI yang holistik, tidak hanya dari sisi teknologi tetapi juga pengembangan talenta dan inovasi berkelanjutan. Bagi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan digital, seperti yang dilayani Santara Labs, inisiatif seperti AIcosystem dapat membuka peluang baru untuk integrasi teknologi AI guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi pasar.